Bukit Lawang Masih Memikat

10/19/2017 12:32:00 PM

Kapan terakhir kali kalian berkunjung ke Bukit Lawang? Apa ketika kunjungan sekolah saat SMA dulu? Atau malah tidak pernah sama sekali?

For your information, Taman Nasional Gunung Leuser merupakan satu-satunya tempat di Indonesia dimana hewan liar seperti harimau, badak, orangutan dan gajah masih eksis--meski spesies-spesies ini diambang kepunahan (critically endangered).

Halik, orangutan jantan berumur 26 tahun. (Sumber : artikel di independent.co.uk)
Karena aku tinggal di Deli Serdang, jarak yang harus aku tempuh untuk ke Bukit Lawang tidak terlalu jauh, cuma 2 jam perjalanan naik kereta (sebutan untuk sepeda motor di Medan). Aku beberapa kali kesana saat liburan ataupun saat akhir pekan hanya untuk melepas penat terlalu lama di kota. Akses jalan kesana pun bisa dibilang lumayan bagus meskipun tidak bisa dibilang mulus dan di beberapa jalur masih berbatu-batu dan berlumpur. Terakhir kali aku kesana dengan beberapa teman, kami menginap di Bukit Lawang Indah, penginapannya terletak di seberang jembatan utama. Penginapan ini milik seorang kenalan warga setempat, Bang Dodi dan istrinya Janine asal Jerman.

Selfie muka kelaparan menunggu Ayam Sambal yang enak banget disini.
Pemandangan dari On The Rock Bungalow & Restaurant, Bukit Lawang. (Sumber : Jepretan sendiri)
Esok harinya, setelah selesai sarapan pagi di On The Rock Restaurant yang terletak di salah satu puncak bukit, kami pun memulai jungle trekking selama almost 3-4  hours. Sayangnya, kami tidak menemukan orangutan yang diidam-idamkan (ngidam kok orangutan?), kami hanya disapa oleh beberapa ekor Thomas Monkey Leaf--biasa disebut Funky Monkey karena model rambut Mowhaknya.


Thomas "Funky" Monkey. (Sumber : Jepretan sendiri)
Di kunjunganku sebelumnya, we ever found a huge male orangutan on top of the tree, orangutan yang kami temui ini masih terbilang liar (kata guide-nya), jadi kami gak bisa terlalu dekat dengannya dan dia tau kalau kami bawa makanan, nah loe, jadilah dia turun ke bawah dan mengikuti kami terus-terusan, kami panik luar biasa (ada sih videonya, tapi belum di upload ke youtube, ditunggu deh ya!) sampe akhirnya dia capek kali yee dan naik ke atas pohon lagi (amannn, dalam hati).
Pongo abelii (Sumber : Jepretan sendiri)
Hingga hari ini, Bukit Lawang masih cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bukti bahwa pesona Bukit Lawang masih cukup menawan di mata wisatawan mancanegara, karena di negara asal mereka tidak ada hutan model begini. Bule-bule cukup banyak kita temukan disini, seperti di kunjunganku Februari 2015 lalu, aku ketemu dan berbagi cerita dengan wisatawan asing asal Czech Republic, Katarina Kral, dia berpesan kepadaku, "Tempat ini (Bukit Lawang) merupakan anugerah Tuhan kepada kalian, Indonesia, tidak banyak negara yang diberkahi dengan hutan yang indah seperti ini, aku suka harumnya. Kau harus menjaganya, setidaknya tidak merusaknya."

Hutan di Taman Nasional Gunung Leuser, Bukit Lawang ini merupakan berkah Tuhan kepada kita. Mari kita jaga, lindungi dan pelihara sekuat kemampuan kita. Agar generasi setelah kita tidak hanya menikmati hutan, melihat orangutan dan gajah hanya dari cerita buku-buku ensiklopedia alam saja. Agar mereka juga masih dapat menikmati harumnya hutan di pagi hari dan nyanyian hutan di malam hari, ohhh I miss the moment and smell of the forest.

You Might Also Like

0 komentar