Seni Berbenah ala Marie Kondo

1/22/2018 11:38:00 PM

Orang Jepang selalu paling bisa membuat saya berdecak kagum dengan "kegilaan" mereka di satu bidang tertentu, yaa orang Jepang terkenal sangat tekun di satu bidang yang mereka cintai, sampai mereka benar-benar menjadi ahli di bidang tersebut. Itu kenapa saya sangat suka hal-hal bergaya Jepang.

Saya pernah melihat satu program di NHK World, seorang nenek berusia cukup tua untuk ukuran orang Indonesia dapat membagi ukuran Onigiri (Nasi Kepal) dengan takaran berat yang persis sama rata hanya dengan menerka dan mengandalkan instingnya yang telah ia latih sejak sangat muda. Belum lagi dengan lukisan kece yang dibuat dari program Microsoft Excel oleh seorang kakek berusia hampir 80 tahun, Tatsuo Horiouchi, juga membuat saya kagum akan keuletan, kegigihan dan kreativitas orang-orang Jepang yang sangat luar biasa.

Tatsuo Horiouchi dan beberapa lukisannya. (Sumber : Google Search)
Setahun yang lalu, penulis idola saya, Dewi "Dee" Lestari, menulis sebuah testimoni di sebuah buku tentang berbenah ala Jepang, saya cukup tertarik dan memutuskan membeli buku yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia tersebut. Bukan karena buku ini direkomendasikan oleh penulis idola saya, tetapi karena alasan diatas tadi--memang keyakinan saya atas dedikasi orang Jepang, mungkin yang satu ini juga pasti sangat mengagumkan, pikirku waktu itu. Meski awalnya saya berpikir untuk apa saya membeli buku tentang berbenah, toh saya bukan Ibu rumah tangga plus saya juga pemalas berbenah (pengakuan macam apa ini! Hehe...).

Dan ini bukan review buku ya, ini hanya cerita yang ingin saya bagi kepada kalian.

Marie Kondo. (Sumber : IG @mariekondo)
Marie Kondo, seorang konsultan sekaligus penulis, yang masa kecilnya sering diisi dengan membaca majalah desain interior dan gaya hidup. Bermula semasa SMP, dia membaca buku Nagisa Tatsumi berjudul Seni Membuang yang menerangkan pentingnya membuang barang-barang yang tidak perlu. Dia menyadari bahwa berbenah tidak hanya merupakan keterampilan esensial dalam tata kelola rumah, sampai akhirnya dia fokus dan keranjingan berbenah.

Berbenah dengan Metode KonMari. (Sumber : IG @mariekondo)
Metode Melipat ala KonMari. (Sumber : IG @mariekondo)
Metode Menyusun Pakaian ala KonMari. (Sumber : IG @mariekondo)
Menurut Marie Kondo, dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis. Kehidupan kita niscaya mengalami transformasi besar-besaran. Dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita.

Penasaran? Untuk lebih lengkap kalian dapat membaca buku berjudul "The Life-Changing Magic of Tidying Up : Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang" yang telah terjual lima juta eksemplar di seluruh dunia, bahkan telah diadaptasi menjadi program televisi di Jepang. Kalian juga dapat mengikuti kisah klien dan orang-orang dari seluruh dunia yang telah mencoba metode KonMari ini dan saling berbagi di sebuah grup Facebook di "The KonMari Method".

Keajaiban dari berbenah adalah kita dihadapkan pada satu momen yang mengharuskan kita mengambil keputusan untuk membuang apa-apa yang tidak dibutuhkan dan tetap mempertahankan, menjaga dan merawat apa-apa yang membangkitkan kebahagian di hati kita.

Pegang erat barang-barang milik kita, satu persatu dan tanyakan pada diri sendiri, "Does it bring me joy?"

You Might Also Like

0 komentar