Memulai Ngeblog Lagi

2/05/2018 12:08:00 PM

Dibalik perkenalan kita kepada satu hal yang baru memang memiliki ceritanya masing-masing. Cerita yang terkadang unik, tak biasa, diluar nalar, aneh bahkan cenderung mengerikan.

Di masa-masa awal pertumbuhan kita sebagai manusia, kita diperkenalkan oleh orang tua kita ke hal-hal yang belum pernah kita lakukan, temui dan ketahui sebelumnya. Satu yang cukup krusial adalah belajar makan, saya teringat kepada seorang ibu yang menerapkan Baby Led Weaning kepada anaknya yang berusia 6 bulan, metode weaning atau "menyapih" dengan membebaskan anak untuk mengenal dan mengeksplorasi tekstur, warna dan rasa makanannya kemudian menyuapkan sendiri makanan tersebut ke mulutnya. Si anak diberi kepercayaan menggunakan insting dan nalurinya untuk menentukan sendiri kapan mereka siap makan, apa yang ingin mereka makan, seberapa banyak jumlahnya, bagaimana cara memakan dan kapan mereka mau berhenti makan. Saya terkekeh-kekeh melihat si anak saat pertama kali mencoba rasa jeruk lemon.


Kita semua memiliki cerita masing-masing dibalik perkenalan kita kepada hal baru. Bagaimana kita terkagum-kagum melihat pelangi, bergidik ngeri melewati semak rumpun bambu, sebagai anak kampung bukan dari pesisir saat pertama kali berjalan terhuyung di pantai karena senang bukan kepalang, menyaksikan gerhana bulan nan indah atau cerita dibalik momen membaui sesuatu yang busuk bukan main.

Begitu juga dengan cerita saya mulai "ngeblog lagi". Awalnya, saya sudah mengenal blog saat SMA di akhir 2010, sejak saat itu saya telah memiliki dua domain blogspot.com yang tak terurus dan mungkin sudah bersarang laba-laba. Dulu saya bergabung di Komunitas Bloger Pelajar dengan slogannya "Mendigitalkan Dunia Pelajar" dan setelah saya browsing kembali ternyata komunitas ini masih eksis sampai sekarang. Boleh dikatakan, dari sinilah saya mengenal tentang blog. Isi tulisan-tulisan saya juga mengenai ke-alay-an anak SMA dan pembelajaran sekolah, anyway, saya keranjingan pelajaran Fisika saat SMA, duluuu...

Enam tahun berlalu tanpa ada sedikit pun kegiatan nge-blog ini sampai satu hari di Komunitas Bahasa Asing yang dibentuk oleh Youth of Medan, saya bertemu dengan seorang Lifestyle Bloger, Kak Ririn Wandes, kalian bisa intip blognya Melalak Cantik. Berawal dari obrolan ringan soal kegiatan sehari-hari sampai tercetus niat untuk mulai ngeblog lagi. Dari dia aku mengenal Komunitas Bloger Medan (BlogM). Dan dengan bantuan dari kakak kece ini dan mengikuti event digital yang membahas tentang bloger, saya pun memberanikan diri memulai dari awal untuk menulis blog lagi dan memutuskan untuk membeli domain yang berbayar.

Baca juga : Sabtu Pintar - Kocek Tebal dari Digital

"Masih baru di dunia bloger kok sudah langsung beli domain yang berbayar? Kan lebih baik pakai yang gratis aja dulu.", sahut temanku saat dia mengetahui domainku sudah aktif. "Apa gak mahal dan rugi? Ntar mau nulis apa emangnya?, tambahnya lagi. Saat itu, aku hanya berpikir, "Untuk melancarkan niat, aku harus mengambil sedikit resiko. Mau bermain air, harus sekaligus basah.".
Tampilan Awal Blog Setelah Domain Aktif.
Bingung mau menulis apa awalnya, sebingung kucing di tampilan awal saat domainku sudah aktif. Setelah mengatur settingannya, saya mulai menulis tentang apa yang saya suka dan ingin tulis, sesuai instruksi dan masukan dari teman dan banyak bloger di luar sana. Sekarang saya sadar dan mencoba menikmati menulis apa yang benar-benar ingin saya tulis dan bagi di blog saya ini. Toh juga bukan untuk mengejar dan membuktikan apa-apa, karena mulai kesal saat ditanya, "Sudah dapat apa sih dari blog berbayar kamu ini?", seolah-olah menulis blog hanya untuk mencari uang. Meski "mendapat pemasukan" juga termasuk poin kesekian dari niat awal saya ngeblog.

You Might Also Like

0 komentar