Penulis Indonesia Melek Marketing

3/30/2018 09:37:00 PM

Neil Postman mengatakan dalam bukunya The Technopoly : The Surrender of Culture to Technology, "Jika generasi digital mendapatkan pengajaran cukup tentang sejarah, efek sosial, dan dampak psikologis dari teknologi, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mengetahui bagaimana menggunakan teknologi dan bukan sebaliknya, generasi yang diperbudak teknologi."

Perkembangan teknologi memang membawa banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan. Tak pelak juga mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu, mengubah sistem konvensional ke sistem digital. Hal ini juga berimbas pada sistem pemasaran (Marketing).



Dalam dunia kepenulisan Indonesia, seorang penulis juga dituntut sadar akan imbas teknologi pada pergeseran sistem pemasaran. Beberapa penulis yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap pergeseran sistem pemasaran ini telah terlebih dahulu menjajal Digital Marketing, meski belum sepenuhnya meninggalkan "cara jualan" konvensional.

1. Ika Natassa

Setelah sukses mengusung LitBox, konsep "kotak misterius" penjualan buku fiksi lewat online, dimana pembeli tidak tahu isi buku yang akan didapatkannya sebelum paket diterima pembeli. Ika Natassa kembali membuat terobosan baru dalam menulis dan menjual 'dagangannya'.


Awal tahun 2016, bekerja sama dengan Twitter, seorang banker sekaligus penulis asal Medan ini, memulai proyek #PollStory untuk menghasilkan buku terbarunya, The Architecture of Love (TAoL). Menggunakan fitur Twitter Poll, pengguna Twitter diajak menentukan alur cerita yang dibuatnya. Aku sendiri juga mengikuti 14 episode #PollStory TAoL ini di setiap Selasa dan Kamis, pukul 21.00 WIB, dimana di tiap akhir episode penulis membuat pol dalam menentukan alur cerita untuk episode selanjutnya, dan episode final berakhir di 14 Februari 2016 tepat saat Valentine Day.

2. Dewi "Dee" Lestari

A post shared by Bookslife (@bookslifeco) on

Melalui Bookslife, penerbit digital pertama di Indonesia, Dee mengeluarkan karya epik terbarunya, Aroma Karsa dalam format cerita bersambung digital, menghadirkan sensasi membaca yang berbeda. Terbagi dalam 18 part, yang setiap part-nya tersedia tiap Senin dan Kamis. Membuat pembacanya penasaran menanti cerita selanjutnya di tiap part, Dee juga membuat Digital Tribe berupa grup Facebook tertutup untuk pembaca Aroma Karsa, saya juga bagian dari anggota #SakawSeninKamis .

~~~

Kedua penulis ini mampu beradapatasi dan melihat cara jualan yang berbeda dari penulis lainnya. Meski tetap tidak meninggalkan cara jualan konvensional, tetapi berimbas pada penjualan sehingga karya-karya mereka selalu menjadi best-seller.

P.S : Mungkin tidak hanya kedua penulis ini saja yang masuk ke dalam kategori "Melek Marketing" ini. Ini hanya hasil dari pengamatan saya dan karena saya juga mengikuti kedua proyek penulis ini.

You Might Also Like

0 komentar