Anak Dengan Down Sindrom, Si Kromosom Ekstra. Berbeda Dan Istimewa.

4/04/2018 10:42:00 AM

"Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Jangan kau sesali segala yang telah terjadi. Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat. Seakan hidup ini tak ada artinya lagi. Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik."

Siapa yang tak tersentuh mendengar lagu ini? Apalagi dinyanyikan terbata-bata oleh Rizky, seorang anak penyandang Down Sindrom. Telah lama aku tahu lagu ini, tapi tak pernah sekalipun aku benar-benar menghayatinya. Saat itu, aku menahan tangis, merasa diriku tak tahu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan.

~~~

Hari Sabtu, 24 Maret lalu, menjadi hari yang luar biasa bagiku. Bagaimana tidak? Aku berkesempatan mewakili YouthMedan.net memenuhi undangan "Talkshow and Charity : Different But Never Less!" yang diselenggarakan oleh Youth Awareness Community dan Coin A Chance untuk memperingati Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day) yang ditetapkan tanggal 21 Maret setiap tahunnya.

Talkshow and Charity : Different But Never Less!
Acara ini dihadiri oleh teman-teman dari beberapa komunitas di kota Medan dan adik-adik penyandang Down Sindrom beserta keluarga. Dengan narasumber Ibu Mastuana Sari, Ketua Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Sindrom (POTADS) Sumatera Utara dan Mbak Jaeli Christina, seorang Media Beauty Influencer juga Orang Tua Anak Dengan Down Sindrom.

Ini pertama kalinya aku berinteraksi langsung dengan Anak Dengan Down Sindrom (ADS). Acara ini memang diadakan untuk orang awam sepertiku, agar mengerti dan meningkatkan kepedulian kepada adik-adik ini. Mereka memang berbeda tapi istimewa. Dari pemaparan narasumber, aku memilih kata 'istimewa'untuk ADS, karena mereka memiliki kromosom ekstra, lebih dari anak biasa.

Ibu Mastuana Sari, Ketua POTADS Sumatera Utara.
Mbak Jaeli Christina, Orang Tua Anak Dengan Down Sindrom.
POTADS merangkul keluarga-keluarga anak dengan Down Sindrom yang anggotanya kurang lebih 25 keluarga di Sumatera Utara. Mereka memberikan dukungan moral kepada keluarga-keluarga ini karena diakui oleh para orang tua bahwa awalnya sangat sulit menerima pemberian Tuhan ini. "Saya tak tahu harus bagaimana? Awalnya saya marah pada Tuhan. Malu kepada tetangga," kenang Bu Mastuana Sari.

Kedua narasumber, Jahley, Rizky dan Team Coin A Chance.
Jashley, penyandang kromosom ekstra, anak kedua Mbak Jaeli Christina. Aku memperhatikan dia belajar menyebutkan berbagai warna dalam Bahasa Inggris dengan ibunya di sela-sela waktu sebelum acara. Dia adalah gadis kecil yang manis dan cerdas. Bahkan dari instagram pribadi yang dikelola ibunya, aku tahu bahwa adik ini suka berpose ala model.


Tak jauh berbeda dengan Jashley, Rizky, putra dari Ibu Mastuana Sari juga cerdas dan berani tampil menyanyi. Ibu Mastuana Sari mengatakan, "Rizky adalah anak Down Sindrom 'tulen', semua ciri anak Down Sindrom ada padanya." Salah satunya yang ditunjukan adalah perbedaan di telapak tangannya.
Garis Tangan Normal (Kiri), Garis Tangan ADS (Kanan)
Si Kromosom Ekstra ini, mereka tulus. Mereka memang berbeda, mereka istimewa. Dari mereka aku belajar makna mensyukuri hidup dan lebih peka kepada orang lain, bagaimana dan siapapun mereka.

You Might Also Like

0 komentar