Belajar Dari Menonton Film Festival Sekelas Europe on Screen 2018

4/29/2018 06:32:00 PM


Bagiku, menonton film tak hanya sekedar menghibur diri, tapi juga aktivitas belajar. Melalui film, kita dapat belajar berbagai hal, seperti bahasa dan budaya dari berbagai bangsa. Untuk genre film, aku terbilang bebas dan tak memilih-milih, aku menyukai semua genre film. Namun, beberapa tahun belakangan, aku lebih suka menonton film-film festival internasional yang masuk ke pasar film Indonesia, meski tentunya aku tetap menonton lebih banyak film Indonesia daripada film besutan luar negeri , teringat slogan ‘Cintailah Produk-Produk Indonesia’, hahaha…

Salah satu festival film internasional yang rutin diadakan di Indonesia adalah Festival Film Eropa atau yang sering disebut Europe on Screen (EoS). Di tahun 2018 ini merupakan kali ke-18 Europe on Screen diadakan di Indonesia, kali ini menampilkan 93 film dari 24 negara Eropa mulai 3-12 Mei 2018 di enam kota besar, Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Yogyakarta dan tentunya kota kita tercinta, Medan.
Europe on Screen 2018, 3-12 Mei 2018.
Menurut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, industri film Eropa merupakan bagian dari sektor industri kreatif yang menyumbang sekitar 4,4% PDB Uni Eropa dan menyediakan sekitar 12 juta lapangan kerja di tiga juta perusahaan, atau setara dengan 3,8% tenaga kerja Eropa. Ini merupakan sektor yang tumbuh paling pesat dalam perekonomian Uni Eropa. Sehingga Europe on Screen ini merupakan salah satu ajang unjuk kreativitas para sineas industri film Eropa.

Rangkaian Europe on Screen 2018 akan dimulai dengan pemutaran film animasi The Breadwinner (Nora Twomey, Irlandia) yang memenangkan The Best Animated Feature di Toronto Film Critics Association Awards 2017 sebagai Opening Film pada malam pembukaan EoS 2018. Sementara itu, film komedi My Big Night (Jonas Carpignano, Spanyol) yang memenangkan The Best Actor in a Supporting Role di Feroz Awards 2016 dan The Best Special Effects di Goya Awards 2016 akan ditayangkan sebagai Closing Film pada malam penutupan festival.
Opening Film EoS 2018
Closing Film EoS 2018
Tahun ini, EoS 2018 mendedikasikan segmen khusus “#OurOcean” dengan menayangkan enam film dokumenter, diantaranya 4 Ocean (Germany), Dolphin Man (Yunani), dan The Last Sea Gypsy (Belanda) yang menyoroti isu-isu seputar kelautan, keprihatinan terhadap rapuhnya kehidupan laut, dan manfaatnya bagi kehidupan. Serta segmen “Retrospective #Bergman100” untuk merayakan seabad lahirnya Ingmar Bergman, sutradara legendaris dari Swedia, pendiri dan ketua pertama European Film Academy, akan diputar tiga film klasiknya yang telah direstorasi, yaitu Autumn Sonata (1978), The Seventh Seal (1957), dan Wild Strawberries (1957).

Europe on Screen 2018 di Medan

Di Medan tahun ini hanya kebagian menayangkan 9 film dari segmen “Festivities” selama 7 hari secara keseluruhan, yang dibagi  4 hari selama 3-6 Mei 2018 dan dilanjutkan pada 10-12 Mei 2018. Dimulai pada 3 Mei 2018 dengan film drama komedi Victoria (Justine Triet, Perancis) yang masuk dalam nominasi Best Actress, Best Supporting Actor, Best Original Screenplay dan Best Film di 42nd César Awards 2017. Berakhir pada 12 Mei 2018, ditutup dengan film drama romantik A Serious Game (Pernilla August, Swedia) yang memenangkan Best Supporting Actor dan Best Costume Design di 53rd Guldbagge Awards.
Victoria (Perancis)
A Serious Game (Swedia)
Masih seperti tahun lalu, film-film Europe on Screen 2018 di Medan diputar di Maple Theatre, Lantai 5 Grand Aston City Hall Medan. Meski kali ini Medan mendapat jatah 9 film dari segmen ‘Festivities’ lebih banyak dari EoS 2017 lalu, tetapi Medan tidak beruntung untuk dapat menayangkan Opening Film dan Closing Film seperti tahun sebelumnya.

Untuk melihat katalog dan jadwal lengkap Europe on Screen 2018, klik disini.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Hai brother,

    Aku pun suka loh nonton film yang memang tidak biasa diputar pada bioskop Indonesia. Seru ya kan melihat aneka film yang memiliki amanat dan bermanfaat gitu.

    BalasHapus